Berita

Kurikulum Diubah karena Kemampuan Siswa

Kurikulum Diubah karena Kemampuan Siswa "Mandek"

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semakin memantapkan langkah untuk mengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan kurikulum baru pada 2013 mendatang. Pasalnya, hasil studi lembaga survei pendidikan internasional, TIMSS dan PIRLS, 2011 tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan terhadap kemampuan siswa di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa kemampuan matematika siswa di Indonesia tidak meningkat dilihat dari hasil studi TIMSS pada 2007 dan 2011. Sebagian besar siswa hanya mampu mengerjakan soal sampai level menengah saja sehingga disinyalir ada perbedaan bahan ajar di Indonesia dengan yang diujikan di tingkat internasional.

"Kemampuan matematikanya tidak beranjak dari 2007 hingga 2011. Begitu juga dengan kemampuan sainsnya," kata Nuh, di Gedung Kompas, Palmerah, Jakarta, Jumat (21/12/2012).

"Kami melihat ada ketidaksesuaian antara kompetensi dasar KTSP dengan materi TIMSS terutama matematika," imbuh Nuh.

Sementara untuk sains, ia menjelaskan bahwa kompetensi dasarnya sudah sesuai dengan materi TIMSS bahkan cenderung lebih tinggi. Namun sayangnya, hasil yang diperoleh tetap tidak menggembirakan. Lagi, permasalahan diduga terletak pada kompetensi dasar dengan kurikulum yang dijalankan yaitu KTSP.

"Nanti di kurikulum baru, tidak lagi seperti itu. Kompetensi dasar yang ada akan mengikuti standar kompetensi lulusan yang ada. Jadi tujuannya dirumuskan dulu, baru disiapkan komponennya. Kalau sekarang kan, standar kompetensi lulusannya malah di belakang," ujarnya.

"Hasilnya memang tidak bisa langsung dilihat. Tapi enam tahun ke depan nanti bisa dilihat perbandingannya," tandasnya.

 
Editor :
Caroline Damanik

Tanggapan

Artikel Lainnya

4 Strategi Sukses Hadapi UN 2013

4 Strategi Sukses Hadapi UN 2013

Menjelang Ujian Nasional (UN) 2013, siswa tahun akhir di berbagai jenjang terus mempersiapkan diri agar dapat menaklukkan berbagai soal yang diujikan sehingga dapat lulus dan tidak perlu mengulang. Namun, tanpa strategi persiapan yang tepat, hasilnya tentu tidak akan optimal pada saat ujian.Pemerhati Pendidikan, Saufi

READ MORE