Berita

Standar Kelulusan UN 2013

Standar Kelulusan UN 2013

Pada pelaksanaan UN tahun 2008, Pemerintah melalui Depdiknas saat itu menetapkan 5,25 sebagai rata-rata minimal kelulusan bagi siswa peserta Ujian Nasional (UN) untuk tahun pelajaran 2007/2008. Nilai rata-rata ini lebih tinggi dari ketentuan tahun pelajaran sebelumnya (tahun pelajaran 2006/2007) sebesar 5,00. Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN yakni memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Standar Kelulusan UN tersebut tidak bertahan lama karena pada tahun 2009 Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menaikkan standar nilai kelulusan ujian nasional (UN) 2009 perlu disikapi arif dan bijaksana. Sebab, hal itu bertujuan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Fathur Rokhman, di Semarang, Rabu mengatakan, rencana menaikkan standar kelulusan UN dari 5,25 menjadi 5,5 merupakan salah satu upaya serius pemerintah memajukan dunia pendidikan. Standar 5,5 tersebut terus bertahan dan digunakan sampai dengan UN 2012. Belakangan ada wacana bahwa untuk Standar Kelulusan UN 2013 ada kemungkinan dinaikkan dari 5,5 menjadi 6, walapun masih belum sama dengan standar UN di negeri Jiran Malaysia. Di Malaysia sudah menetapkan standar kelulusan dengan nilai tujuh (2009).

Semula Kemendikbud akan menaikkan standar kelulusan UN tahun 2013 untuk jenjang SMA/MA/SMK/sederajat. Dengan dua alternatif menaikkan standar kelulusan yang saat ini tengah dibahas, yakni menaikkan nilai rata-rata dari 5,5 menjadi 6 atau tetap 5,5, tetapi tingkat kesulitan soal dinaikkan.

Namun akhirnya rencana Pemerintah tersebut tidak dijalankan untuk UN 2013, walaupun menaikkan standar ujian nasional merupakan sebuah kebijakan yang tepat. Untuk penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2013 nanti, batas nilai minimum kelulusan bagi para siswa ditargetkan tetap pada angka 5,5. Tapi bobot soal rencananya yang akan diubah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh mengatakan bahwa pada tahun 2012 sebaran tingkat kesulitannya untuk soal yang mudah hanya 10 persen, soal dengan bobot sedang 80 persen dan soal yang sukar sebanyak 10 persen. Sementara untuk tahun 2013, soal sukar akan ditambah menjadi 20 persen. Yang sedang berkurang jadi 70 persen. Yang mudah tetap 10 persen tapi ini masih dianalisis, demikian menurut pak Menteri.

Diolah dari berbagai sumber


Tanggapan

Artikel Lainnya

Sikap Orangtua yang Menghambat Prestasi Anak

Sikap Orangtua yang Menghambat Prestasi Anak

KOMPAS.com - Setiap keunikan minat dan bakat yang dimiliki anak bisa membuat mereka menjadi anak yang berprestasi. Hanya saja, terbentuknya mental juara dan pencapaian prestasi mereka membutuhkan dukungan orangtua, keluarga, dan lingkungan terdekat anak. "Dukungan orangtua memberi pengaruh yang sangat besar terhadap

READ MORE
Kurikulum Baru Harus Mudah Dimengerti Anak

Kurikulum Baru Harus Mudah Dimengerti Anak

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Ikatan Guru Civic Indonesia (IGCI), Retno Listyarti mengatakan, rencana pemerintah mengubah kurikulum pendidikan harus diikuti dengan tujuan yang jelas. Kriteria seperti singkat, sederhana, sesuai jenjangnya, dan mudah dimengerti oleh siapa pun harus dipenuhi dalam kurikulum yang

READ MORE
Guru Bukan Pengabdi Buku

Guru Bukan Pengabdi Buku

Mengikuti kultwit Pak @gurukreatif langsung dari lokasi PLPG semalam ada satu hal yang cukup menarik. Ketika Beliau mengemukakan bahwa guru harus membawa siswa untuk produktif(dalam pembelajaran bahasa Indonesia), seorang follower Beliau menyampaikan bahwa dalam buku pelajaran yang dipakainya sering tidak ada

READ MORE